|
Jakarta (MCH). Calon jemaah haji
(calhaj) Batang mempertanyakan kepada Kantor Depag Batang mengenai besarnya iuran gotong-royong yang
dibebankan kepada para jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini.
Bagaimana tidak, iuran gotong-royong sebesar Rp 350 ribu ini harus ditanggung
tiap calhaj.
Para calhaj menduga iuran gotong
royong ini banyak penggelembungan. Meski protes mereka tetap berkomitmen untuk
membayar biaya iuran gotong-royong sebesar Rp 350 ribu itu .
“Tapi, dari perincian soal iuran
gotong-royong tersebut, banyak kejanggalan dan diduga banyak penggelembungan anggaran,”
kata calon haji asal Kecamatan Subah, Edi Yusuf SAg sebagaimana diwartakan koran Wawasan, Sabtu
(3/10).
Yusuf mengatakan, dalam rencana anggaran iuran gotong royong disebutkan, untuk
sewa dua truk pengambilan koper di Semarang Rp 2,4 juta. Ongkos bongkar muat koper
di Semarang Rp 1 juta dan ongkos bongkar muat di Batang juga Rp 1 juta.
”Sementara perincian lainnya, untuk transpor ke Asrama Haji Donohudan Solo
untuk sepuluh orang masing-masing Rp 750 ribu, jadi totalnya Rp 7,5 juta.
Sementara transpor konsultasi ke Kanwil Semarang untuk sepuluh orang
masing-masing Rp 500 ribu dan totalnya sebanyak Rp 5 juta,” kata Yusuf.
Calon haji asal Kecamatan Batang, M Slamet juga mempertanyakan biaya
pemberangkatan haji untuk sewa empat truk masing-masing Rp 1,5 juta sehingga
totalnya Rp 6 juta. Sementara bongkar muat koper di Batang Rp 1,5 juta dan
bongkar muat koper di Solo Rp 1 juta.
Sedangkan biaya pemulangan haji khusus untuk sewa sebanyak enam truk
masing-masing Rp 1,5 juta dan totalnya sebanyak Rp 9 juta. Padahal, berdasarkan
hasil survei di lapangan, sewa truk berkisar antara Rp 600 ribu hingga Rp 700
ribu.
”Pada dasarnya kami tidak mempersoalkan iuran gotong royong yang dikenakan
kepada masing-masing calon jamaah haji yang besarnya Rp 350 ribu,” kata Slamet
diiyakan beberapa calon haji lainnya yang datang ke Kantor Depag Batang. Kakandepag Batang melalui Kasi
Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Garahajum), Drs H Subkhi membantah jika ada
penggelembungan biaya iuran gotong-royong bagi calon jamaah haji.
”Saya tidak akan menanggapi protes calon jamaah haji terkait besarnya iuran
gotong-royong. Sebab, masalah ini bukan urusan saya. Besarnya iuran
gotong-royong sudah disepakati oleh tim perumus dan Depag melalui Seksi
Garahajum hanya sebatas mengajukan draft anggarannya dan oleh tim perumus
disetujui,” tegas Subkhi. (NashirMaqsudi/Siska)
|