Jumlah Pengunjung :
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

SMS Anda

Polling

Pendaftaran haji sekarang ini apakah sudah cukup baik?
 

Album Foto

Saat ini ada 26 orang online
Jemaah Batang Protes Iuran Gotong Royong PDF Cetak E-mail
Senin, 05 Oktober 2009 12:32

Jakarta (MCH). Calon jemaah haji (calhaj) Batang mempertanyakan kepada Kantor Depag Batang  mengenai besarnya iuran gotong-royong yang dibebankan kepada para jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini. Bagaimana tidak, iuran gotong-royong sebesar Rp 350 ribu ini harus ditanggung tiap calhaj.

Para calhaj menduga iuran gotong royong ini banyak penggelembungan. Meski protes mereka tetap berkomitmen untuk membayar biaya iuran gotong-royong sebesar Rp 350 ribu itu .

“Tapi, dari perincian soal iuran gotong-royong tersebut, banyak kejanggalan dan diduga banyak penggelembungan anggaran,” kata calon haji asal Kecamatan Subah, Edi Yusuf SAg  sebagaimana diwartakan koran Wawasan, Sabtu (3/10).
Yusuf mengatakan, dalam rencana anggaran iuran gotong royong disebutkan, untuk sewa dua truk pengambilan koper di Semarang Rp 2,4 juta. Ongkos bongkar muat koper di Semarang Rp 1 juta dan ongkos bongkar muat di Batang juga Rp 1 juta.
”Sementara perincian lainnya, untuk transpor ke Asrama Haji Donohudan Solo untuk sepuluh orang masing-masing Rp 750 ribu, jadi totalnya Rp 7,5 juta. Sementara transpor konsultasi ke Kanwil Semarang untuk sepuluh orang masing-masing Rp 500 ribu dan totalnya sebanyak Rp 5 juta,” kata Yusuf.
Calon haji asal Kecamatan Batang, M Slamet juga mempertanyakan biaya pemberangkatan haji untuk sewa empat truk masing-masing Rp 1,5 juta sehingga totalnya Rp 6 juta. Sementara bongkar muat koper di Batang Rp 1,5 juta dan bongkar muat koper di Solo Rp 1 juta.
Sedangkan biaya pemulangan haji khusus untuk sewa sebanyak enam truk masing-masing Rp 1,5 juta dan totalnya sebanyak Rp 9 juta. Padahal, berdasarkan hasil survei di lapangan, sewa truk berkisar antara Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu.
”Pada dasarnya kami tidak mempersoalkan iuran gotong royong yang dikenakan kepada masing-masing calon jamaah haji yang besarnya Rp 350 ribu,” kata Slamet diiyakan beberapa calon haji lainnya yang datang ke Kantor Depag Batang.

Kakandepag Batang melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Garahajum), Drs H Subkhi membantah jika ada penggelembungan biaya iuran gotong-royong bagi calon jamaah haji. ”Saya tidak akan menanggapi protes calon jamaah haji terkait besarnya iuran gotong-royong. Sebab, masalah ini bukan urusan saya. Besarnya iuran gotong-royong sudah disepakati oleh tim perumus dan Depag melalui Seksi Garahajum hanya sebatas mengajukan draft anggarannya dan oleh tim perumus disetujui,” tegas Subkhi.  (NashirMaqsudi/Siska)