|
Jumat, 03 Juli 2009 07:16 |
Dibentuk Tim Paspor Hijau Haji
Departemen Agama (Ditjen Umrah dan Haji) dan Departemen Kehakiman dan HAM (Ditjen Imigrasi) telah membetuk tim untuk mengkaji pelaksanaan pembuatan paspor hijau (international) untuk jemaah haji Indonesia tahun ini. “Tujuan tim ini untuk menyelaraskan dengan aturan yang ada sehinga tidak ada yang dilanggar,” kata Drs. H. Abdul Ghofur Djawahir, Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Umrah dan Haji Departemen Agama RI hari Kamis, 2 Juli kemarin. Seperti diketahui, sejak Selasa, 30 Juni lalu, sudah diputuskan Departemen Agama dan DPR tentang penggunaan paspor hijau seperti yang diminta Pemerintah Arab Saudi. Pihak Departemen Agama telah beberapa kali mengajukan surat dispensasi kepada pemerintrah Arab Saudi untuk menggunakan paspor coklat khusus haji tahun ini. Namun, hingga batas waktu yang ditetapkan DPR dn Pemerintah pada 3 Juni lalu diakhirnya diputuskan mempergunakan paspor hijau. "Kita akan mengindahkan ketentuan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi. Sebagai tamu yang baik, kita harus patuh," kata Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni kepada Antara, Rabu petang kemarin. Menurut Menteri Agama, Indonesia sudah berupaya mendapatkan dispensasi dan menjelaskan kepada Arab Saudi mengenai kesulitan jemaah haji Indonesia menggunakan paspor hijau, mengingat Undang-undang. Tapi, bagaimanapun juga, keputusan Arab Saudi itu harus dihormati. Kini, DPR meminta agar Presiden RI segera mengadakan rapat konsultasi dengan DPR untuk pembuatan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang) terkait paspor international, karena sesuai dengan UU Keimigrasian dan UU Haji tahun 2008 mengharuskan jemaah haji mempergunakan paspor haji yang selama ini berwarna coklat yang dibuat oleh Departemen Agama. Karena itu, dalam pembicaraan dengan pihak imigrasi, Departemen Agama berharap agar dibuat langkah-langkah terobosan karena musim haji suda relatif dekat. Pihak Departemen Agama meminta pihak imigrasi lagsung mengambil data data yang ada pada Siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) Departemen Agama. “Masalahnya akan menyulitkan jemaah jika harus mengisi formulir lagi,” kata Ghofur. Juga, Depag mengimbau agar foto jemaah yang sudah ada di Departemen Agama bisa dimanfaatkan untuk paspor tersebut. Memang, kaitan dengan tarip paspor international biayanya cukup tinggi, yaitu Rp 275.000. Namun, untuk itu Departemen Agama menyanggungupi untuk membiayainya dan tidak dibebankan kepada jemaah haji. ”Sekitar Rp 60 Miliar kami sediakan untuk itu,” kata Ghofur.Dana itu diambil dari dana effisisensi BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah haji). Sementara biaya paspor haji yang dibuat Departemen Agama hanya Rp 5.000. “Tarip paspor international ini sudah jadi ketentuan Departemen Keuangan,” kata Ghofur. Menurut Ghofur, pihak imigrasi siap membuat paspor untuk 207.00 jemaah haji tahun ini. ”Pihak imigrasi masih memiliki stok 330.000 paspor dengan 48 halaman,” kata Ghofur. Dan bagi jemaah yang telah memiliki paspor tak perlu lagi membuat paspor. ”Dalam UU dilarang satu orang memiliki dua paspor.” Memang, Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta, SH, pernah mengusulkan agar untuk haji dibuatkan paspor khusus dengan isi 12 halaman yang bisa berlaku sekali pakai, seperti paspor haji lalu. Tapi, tak mungkin dilakukan sekarang karena paspor 48 halaman merupakan paspor dengan standar international sehingga memerlukan kordinasi baru dengan negara-negara lain. (Musthafa Helmy) |
|
Jumat, 03 Juli 2009 07:15 |
Jakarta (MCH). Mufti Nablus, Tepi Barat Palestina, Syaikh Ahmad Syubasy, mengharamkan pelukan dan ciuman dengan seseorang yang jelas-jelas terkena flu babi (swine flu atau influenza jhanazir)). Sebab, hal itu akan menularkan penyakit kepada orang lain. Demikian seperti diberitakan harian Al-Riyadh edisi hari Kamis, 2 Juli kemarin.
Fatwa Mufti Nablus yang disiarkan melalui radio dan televisi pemerintah otoritas resmi Palestina itu mengajak kaum muslimin Palestina untuk meninggalkan tradisi ciuman dan pelukan untuk sesama jenis dan muhrimnya itu ketika menyambut kerabat yang datang dari jauh. Hal itu diperlukan sebagai langkah pencegahan penularan penyakit yang kini telah menimpa 37 warga Palestina itu.
Memang, kata Syubasy, mencium dan pelukan untuk menghormati seseorang yang baru datang diperbolehkan oleh agama. Namun, kini masalahnya menjadi lain karena ada pertimbangan bahaya. “Ini menjadi wajib bagi kita untuk mengatasinya. Kaidah Islam mengkarantina kesehatan tidak membolehkan secara syara’ memeluk dan mencium orang sakit yang bisa mendatangkan bahaya penularan.” (Musthafa Helmy) |
|
Jumat, 03 Juli 2009 07:14 |
Jakarta (MCH). Kalangan pengusaha hotel dan pemondokan di Mekah dan Madinah mulai menakutkan penurunan angka hunian hotel mereka selama musim umrah pada bulan Ramadhan nanti serta musim haji pada Desember yang akan datang. Hal ini tercermin dalam rapat dengan Kementerian Kesehatan di Mekah hari Rabo, 1 Juli kemarin lalu. Ketakutan dan kekhawatiran mereka terkait dengan pernyataan Menteri Kesehatan Arab Saudi yang meminta jemaah tua, berpenyakit menahun, anak-anak, serta ibu hamil, agar menunda umrah dan hajinya pada tahun ini demi keselamatan dan kesehatan jemaah itu sendiri. Menurut ketua Komite Haji dan Umrah dan anggota Kamar Dagang dan Industri Mekah, Saad Al Jamil Qurashi, kalangan perusahaan pelayanan haji dan umrah menuntut Kementerian Kesehatan agar membuat pernyataan yang mengklarifikasi penundaan itu. Hal ini dibuat untuk menenangkan jemaah haji dan umrah dengan memberi penjelasan bagaimana cara melakukan pencegahan dan penanganan oenyakit itu kepada jemaah haji. "Ada ketakutan dari rekomendasi itu yang akan menurunkan angka pendapatan dan hunian pengusaha haji dan umrah, termasuk kalangan perhotelan” kata Qurashi, seperti dikutip harian Al-Watan edisi Kamis, 2 Juli kemarin. Menurut Qurashi, hal ini kan menjadi pukukan kedua bagi para pengusaha hotel di Mekah dan Madinah, dan umumnya di Arab Saudi. Sebab, krisis ekonomi global telah banyak menurunkan pendapatan mereka dengan menurunnya jemaah dan angka hunian hotel. Jika nanti flu babi juga berdampak pada pelarangan kedatangan orang-orang tertentu ke Arab Saudi akan membuat mereka terpukul kedua kalinya. (Musthafa Helmy) |
|
Jumat, 03 Juli 2009 07:11 |
Jakarta (MCH). Musim haji 1430 Hijriyah, Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, akan memberangkatkan calon jemaah haji sebanyak 741 orang. Keterangan ini disampakan Kepala Kantor Dep. Agama Kabupaten Grobogan, H. Taslim, seperti diberitakan Suara Merdeka Online Jum'at (3/7) harini.
Dari sebanyak 741 Calhaj terdiri dari 359 Calhaj pria dan 382 wanita. Adapun Calhaj terbanyak berasal dari Kecamatan Purwodadi yang berjumlah 101 orang, dan yang paling sedikit dari Kecamatan Klambu sejumlah enam orang.
’’Dari usia calon jamaah, diperoleh data usia termuda 19 Tahun yang berasal dari Kecamatan Ngaringan dan Gubug, sedangkan usia tertua 82 tahun dari Kecamatan Purwodadi dan Kedungjati,’’ kata Taslim di kantornya.
Adapun rencana perjalanan haji tahun 1430 H (2009) diagendakan selama 28 hari dari masa pemberangkatan hingga pemulangan dan terbagi dalam dua gelombang. Untuk jadwal waktu pemberangkatan gelombang pertama direncanakan tanggal 25 Oktober 2009, dari tanah air menuju Jeddah.
Dijelaskan Taslim, saat ini Depag Kabupaten Grobogan telah mengirimkan tujuh orang untuk mengikuti seleksi petugas haji 2009 yang bertempat di Kanwil Depag Jateng. Tiga orang mengikuti seleksi calon Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI), sedangkan empat orang lainnya mengikuti seleksi Calon Pembimbing Haji Indonesia yang terdiri dari karyawan Depag dan Ormas Islam.
Taslim berharap bagi para calon jamaah haji yang belum mendaftar supaya segera mengurusnya, agar tidak selalu mundur dalam pelaksanaanya, mengingat kuoat haji Kabupaten Grobogan telah penuh hingga dua tahun ke depan.
’’Saya berharap bagi calon haji yang belum mendaftar untuk segera mendaftar ke kantor kami, sangat disayangkan apabila sudah ada niatan untuk berangkat haji tetapi harus terkendala antrian untuk pemberangkatan tiap tahunnya,’’ ungkapnya. Pendaftaran calon jamaah haji dibuka setiap hari pada jam kerja, di Kantor Depag Kabupaten Grobogan. (NM)
|
|
Kamis, 02 Juli 2009 03:11 |
Jakarta (MCH).Bagi pembaca setia buku-buku pemikiran Islam, tak akan asing dengan tokoh yang berusia 76 tahun ini. Tapi, sejak 13 Juni lalu, karya-karya Fathi Yakan tak akan lagi mengujungi pembacanya. Sebab, pada saat itu Allah SWT telah memanggilnya kembali ke haribaannya. Dr. Sheikh Fathy Yakan, wafat di sebuah rumah sakit di Beirut karena komplikasi penyakit yang sudah lama dideritanya. Dialog dengannya kini hanya bisa melalui 35 buah karya besarnya yang kini tetap menjadi rujukan penting kaum muslimin. Fathi Yakan dilahirkan di Tripoli, LIbanon utara pada tahun 1933. Fathi dianggap tokoh yang memberi nuansa baru dunia dakwah Islam, khususnya di kalangan pemikir Barat. Ia berpijak pada keteduhan islam untuk menyampaikan dakwahnya. Sejak tahun 1959 ia memberi warna ideologi politik Islam di Libanon sehingga ia diberi gelar Bapak Gerakan Islam Lebanon. Hingga akhir hayatnya Fathi masih tercatat sebagai anggota parlemen Libanon. Fathy banyak menghasilkan karya yang membahas aliran politik baik dari yang moderen hingga yang ekstrem. Karyanya yang mendapat sambutan dunia sehingga diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa adalah 'Priorities of Islamic Movements after September 11.' Sejak peristiwa 11 September 2001 itu, ia kerap datang ke Barat menjelaskan tentang Islam. Ia menepis anggapan Islam sebagai agama kekerasan. Bagi Fathi, pelaku kekerasan adalah mereka yang tidak kenal Islam secara utuh. Ia banyak merangkul kalangan muda dan mengajaknya berislam secara benar dan secara utuh (kaffah). "Apa yang lebih menakjubkan dari peristiwa yang mengejutkan itu dan dari propanganda anti Islam? Lebih 10.000 warga Inggris dan 3.000 warga Mexico memeluk Islam, dan ratusan lagi yang meninggalkan agama mereka untuk memeluk Islam. Semua ini berlangsung setelah peristiwa 9 September. Subhanallah," katanya. Jenazah almarhum Fathi Yakan dimakamkan di pusara keluarga di Bab Arraml setelah disalahkan di Masjid Tinal. Upacara pemakaman dan pensalatan jenazahnya dihadiri ribuan orang, yang tidak hanya dari kalangan kaum muslimin saja. Karya-karyanya, seperti *The Problems of Da'wah and Du'ah, *How to Call for Islam?, *Towards a Unified International Call for Islam, *What Does My Commitment to Islam Mean? *Movements and Doctrines in the Balance of Islam, *Comprehension in the Life of Da'wah and Du'ah, *Towards an Islamic Awakening of the Era, *Methods of Islamic Adaptation in the 20th Century, *Islam -Ideology, Movement and Rebellion, *Youth and Change, *Those Left behind on the Path of Da'wah, dan lain sebagainya menjadi bacaan wajib para intelektual yang ingin memperdalam wawasan Islam. (Musthafa Helmy) |
|