|
Kamis, 02 September 2010 14:48 |
Jakarta (MCH). Kasubdit Pendaftaran Jemaah Cepi Supriatna mengatakan, pada hari ke dua puluh pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Kamis, 2 September hari ini, jemaah haji yang telah setor lunas BPIH berjumlah 210.344 orang. Jumlah itu terdiri dari jemaah biasa 189.175 orang dan jemaah haji khusus 21.169 orang. Menurut Cepi, kurs jual transaksi USD dari Bank Indonesia untuk setoran BPIH hari Kamis ini sebesar Rp 9.079. Jemaah haji asal Jawa Barat terbanyak melunasi BPIH 36.305 orang, disusul Jawa Timur 33.133 orang, dan Jawa Tengah 28.977 orang. Propinsi lainnya yang jumlah jemaahnya cukup besar telah melunasi BPIH adalah Banten 8.412 orang, Sumut 7.886 orang, Sulsel 7.132 orang, DKI Jakarta 6.767 orang, Sumsel 6.199 orang, Lampung 6.170 orang, Riau 4.960 orang, NTB 4.317 orang,Sumbar 4.352 orang, Kalsel 3.679 orang, NAD 3.771 orang, Yogya 3.037 orang, Kaltim 2.717 orang, Jambi 2.529 orang, Kalbar 2.302 orang, Sulteng 1.739 Orang, Sultra 1.677 orang, Bengkulu 1.600 orang, Sulbar 1.421 orang , dan Kalteng 1.309 orang. Maluku Utara 1.022 orang, Papua 1.032 orang, Kepulauan Riau 1.003 orang, Bangka Belitung 938 orang, Gorontalo 891 orang, Sulut 667 orang, Papua Barat 676 orang, Maluku 698 orang, Bali 656 orang, dan NTT 640 orang. Kepada jemaah haji biasa yang telah melunasi BPIH, Cepi meminta agar selambat-lambat 4 (empat) hari kerja setelah pelunasan, segera mendaftar ulang ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sesuai domisili calhaj. Cepi menambahkan, untuk musim haji tahun 2010/1431 H, jemaah haji Indonesia tetap menggunakan seragam seperti tahun lalu, berwarna hijau telur asin.(*)
|
|
Rabu, 01 September 2010 11:55 |
Jakarta (MCH). Umat Islam di Jatim yang berniat melaksanakan ibadah haji tampaknya harus bersabar. Ini menyusul makin lamanya masa tunggu untuk dapat segera berangkat ke tanah suci menunaikan rukun Islam yang kelima. Jika sebelumnya lama masa tunggu hanya tujuh tahun, sebentar lagi bertambah setahun menjadi delapan tahun. Pasalnya hingga akhir Agustus ini, kuota calon jemaah haji (CJH) untuk tahun 2017 tinggal 100 kursi. Kasi Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jatim Fatchul Arief mengatakan, dengan sisa kuota 100 kursi diperkirakan akan segera terisi semua. Ini tak lepas dari besarnya antusiasme umat Islam di Jatim untuk beribadah haji. “Makanya bagi yang ingin tahun 2017 atau tujuh tahun lagi berangkat haji, segeralah mendaftar dan menyetorkan uang hajinya. Mumpung masih ada kuotanya. Kalau tak cepat-cepat, berangkatnya pasti tahun depannya (2018-red),” ujarnya, Selasa, 31 Agustus kemarin. Karena lamanya masa tunggu, saat ini pemerintah, kata Fatchul sedang berupaya mengurangi waiting list (daftar tunggu) CJH. Salah satu caranya dengan menaikkan nilai uang setor tahap pertama dari Rp 20 juta menjadi Rp 25 juta. kebijakan itu juga dimaksudkan menghindari anggapan banyak menumpuknya uang CJH di bank. Karena kalau setoran awal sedikit, biasanya makin banyak orang yang menyetorkan setoran awal ke bank. ”Dari situlah muncul anggapan bahwa uang yang ada di bank itu disalahgunakan,” jelasnya. Tahun ini, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk jemaah haji plus sebesar 6.900 dollar AS, sementara jemaah haji reguler rata-rata 3.342 dollar AS. Khusus CJH Jatim besar BPIH yang dibayar sebesar 3.432 dollar AS. Kabid Dokumen PPIH Embarkasi Surabaya Hikmah Rahman menambahkan, menyikapi lamanya masa tunggu CJH, pemerintah Arab Saudi tahun ini menambah 10.000 kuota untuk jemaah haji asal Indonesia. “Dari jumlah itu, Jatim mendapat tambahan 127 orang,” katanya. Dengan tambahan kuota itu, CJH asal Jatim yang berangkat dari embarkasi Surabaya menjadi 34.062 orang. Karena berdasar SK Menteri Agama, kuota sebelumnya adalah 33.935 orang. Meski ada tambahan kuota, Hikmah memastikan bahwa CJH yang akan mengisi kursi tambahan itu sesuai dengan urut kacang. “Ini berarti tak ada yang saling mendahului,” tegasnya. Sementara itu, hingga ditutupnya pelunasan BPIH tahap pertama 30 Agustus pukul 15.00 WIB, sebanyak 1.739 CJH Jatim yang belum melunasi BPIH. Mareka dipastikan tidak punya hak berangkat haji tahun ini dan harus menjadi waiting list (masa tunggu). Sedangkan pada hari pertama pelunasan BPIH tahap kedua Selasa (31/8) kemarin baru 433 orang yang melunasi BPIH. “Meski waktu pelunasan masih enam hari lagi, kami harap calon jemaah segera melunasinya,” kata Hikmah seperti dikutip harian Surya edisi Rabu, 1 September hari ini. (*) |
|
Rabu, 01 September 2010 11:52 |
Jakarta (MCH). PT Novartis mengklaim produski vaksin meningitis MenACWY 135 miliknya halal. Mereka menyatakan telah mendapatkan sertifikat halal Islamic Service of America (ISA). “Kami sudah mendapatkannya sejak Januari 2010,” kata Manajer Komunikasi Korporat PT Novartis Indonesia, Wanda Harahap dalam keterangan pers di kantornya, Kamis, 31 Agustus kermarin. Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia menyatakan vaksin meningitis dari Novartis dan vaksin Mevac ACYW produksi Zheiyiang Tianjuan berstatus halal. Namun, sejumlah akademisi mempertanyakan status halal tersebut. Rabu pekan lalu, Ketua Umum Pengurus Yayasan Yarsi, Jurnalis Uddin mengungkapkan sejumlah literatur menyatakan ketiga vaksin tidak bebas dari unsur babi. Wanda menyatakan tidak mau berpolemik terlalu jauh terkait status halal. "Kami adalah satu dari dua penyedia vaksin halal, dan itu sudah melalui proses panjang dan memenuhi syarat," katanya, seperti dikutip Tempo Interaktif, 1 September hari ini. Kepala Bagian Produksi PT.Novartis Indonesia Rina Kusumawati mengakui dengan dikabulkannya status halal Indonesia maka negara lain juga mengikuti. "Tapi kami juga melalui proses yang panjang, data yang luar biasa banyak dan juga peninjauan ke pabrik, jadi meski sudah dihalalkan ISA kami masih melalui prosedur uji sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia," jelasnya. Bagi Indonesia, Novartis memberikan harga 40 hingga 50 persen lebih murah ketimbang harga internasional. Saat ini vaksin meningitis dari Novartis juga dipakai di Pakistan, Amerika Serikat, dan sejumlah negara Eropa. (*) |
|
Selasa, 31 Agustus 2010 15:14 |
Jakarta (MCH). Kasubdit Pendaftaran Jemaah Cepi Supriatna mengatakan, pada hari ke delapan belas pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Senin (30/8), calhaj yang telah setor lunas BPIH berjumlah 202.565 orang, terdiri dari jemaah biasa 182.678 orang dan jemaah haji khusus 19.887 orang. Cepi menjelaskan, kurs dolar Amerika dari Bank Indonesia untuk setoran BPIH hari ini sebesar Rp 9.050,-. Calhaj asal Jawa Barat terbanyak melunasi BPIH 35.288 orang, disusul Jawa Timur 32.118 orang, dan Jawa Tengah 28.469 orang, Propinsi lainnya yang jumlah jemaahnya cukup besar telah melunasi BPIH adalah Banten 8.098 orang, Sumut 7.589 orang, Sulsel 6.857 orang, DKI Jakarta 6.514 orang, Sumsel 5.990 orang, Lampung 5.950 orang, Riau 4.721 orang, NTB 4.210 orang,Sumbar 4.173 orang, Kalsel 3.515 orang, NAD 3.514 orang, Yogya 2.931 orang, Kaltim 2.533 orang, Jambi 2.488 orang, Kalbar 2.205 orang, Sulteng 1.643 Orang, Sultra 1.582 orang, Bengkulu 1.546 orang, Sulbar 1.352 orang , dan Kalteng 1.255 orang. Maluku Utara 992 orang, Papua 977 orang, Kepulauan Riau 932 orang, Bangka Belitung 882 orang, Gorontalo 802 orang, Sulut 647 orang, Papua Barat 636 orang, Maluku 635 orang, Bali 610 orang, dan NTT 592 orang. Kepada jemaah haji biasa yang telah melunasi BPIH, Cepi meminta agar selambat-lambat 4 (empat) hari kerja setelah pelunasan, segera mendaftar ulang ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sesuai domisili calhaj. Cepi menambahkan, untuk musim haji tahun 2010/1431 H, jemaah haji Indonesia tetap menggunakan seragam seperti tahun lalu, berwarna hijau telur asin. (*)
|
|
Selasa, 31 Agustus 2010 15:11 |
Jakarta (MCH). Sebanyak 197 ribu dari 221 ribu calon jamaah haji Indonesia telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH), kata Menteri Agama Surya Dharma Ali di Makassar, Jumat. "Pelunasan dilakukan oleh 16 ribu lebih haji khusus dan 181 ribu haji reguler," katanya yang menambahkan waktu penutupan pelunasan pada 16 September 2010. Angka 221 ribu calon jamaah haji tersebut setelah penambahan kuota haji Indonesia yang disetujui sebanyak 10 ribu orang. "Alhamdulillah ada penambahan sebanyak 10 ribu jamaah dari 211 ribu menjadi 221 ribu," jelasnya. Ia mengatakan, tambahan kuota itu 6.500 di antaranya merupakan kuota untuk calon jamaah haji khusus dan sisanya untuk calon jamaah haji reguler. "Penambahan kuota tersebut dibagi proporsional ke seluruh provinsi," katanya. Kementerian Agama (Kemenag) sebelumnya memberikan batas akhir pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) hingga 31 Agustus 2010. Seperti diberitakan sebelumnya, BPIH 2010 telah ditetapkan antara Kemenag dan DPR sebesar 3.342 dollar AS, yang berarti turun 80 dollar dari tahun 2009 yang sebesar 3.422 dollar AS. Dari perhitungan tersebut, juga ditetapkan biaya penerbangan rata-rata sebesar 1.720 dollar AS, biaya pelayanan umum untuk Kerajaan Arab Saudi sebesar 277 dollar AS, biaya pemondokan di Makkah 2.850 Riyal, dan pemondokan di Madinah sebesar 600 Riyal, sementara untuk living cost 405 dollar AS. (*)
|
|