Jumlah Pengunjung :
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

SMS Anda

Polling

Pendaftaran haji sekarang ini apakah sudah cukup baik?
 

Album Foto

Saat ini ada 19 orang online
Syaikh Azhar Wafat Rabo Pagi Tadi PDF Cetak E-mail
Rabu, 10 Maret 2010 17:26
Jakarta (MCH). Syaikhul Azhar, Mohammad Sayyid Thantawi wafat dalam usia 81 tahun di tengah kunjungannya ke Riyadh, Arab Saudi. Menurut media resmi Mesir, "Syekh Al Azhar, Mohammad Sayyid Thantawi, meninggal Rabu pagi di Riyadh, ibukota Arab Saudi setelah terkena serangan jantung mendadak."
Diberitakan BBC edisi Rabo, 10 Maret kemarin pagi hari ini, Syekh Al-Azhar tiba di Riyadh hari Selasa untuk menghadiri upacara penghargaan Anugerah International Raja Faisal.
Menurut Abdullah Al Najjar, penasihat Syaikhul Azhar, kematian itu seperti sudah diisyaratkan sendiri oleh Syaikh. Dalam sebuah wawancara dengan televisi Mesir, Nil, Tantawi mengatakan kematian adalah sebuah kejutan. Ketika meninggalkan Kairo, Mesir, Syaikh dalam kondisi kesehatan yang sangat baik.
Syaikh Thantawi menjabat sebagai Syaikhul Azhar sejak tahun 1996, menggantikan Syaikh Jadil Haq Ali Jadil Haq yang wafat tahun uitu juga. Syaikh Thantawi adalah ulama yang memiliki pandangan moderat. Ia pernah melarang penggunaan niqab atau cadar yang memicu amarah kalangan garis keras di Mesir. Langkah ini dipandang sebagai sebuah bagian dari perjuangan menciptakan Islam moderat yang iinginkan negara dan bertolak belakang dengan keinginan sebagian rakyat Mesir.
Menurut kantor berita Reuters, mengutip Hassan Asyraf, salah seorang staf Tantawi, Syaikh Washil Hasan yang selama ini menjadi wakil Syaikhul Azhar bisa menggantikannya sementara sampai presiden Mesir menunjuk Syaikhul Azhar definitif.
Syaikhul Azhar adalah pemimpin lembaga wakaf Al-Azhar yang sangat kaya. Kedudukan Syaikhul Azhar di Mesir sangat tinggi yang secara simbolik menyamai perdana menteri. (MH)
 
IPHI Pekalongan Pertanyakan LPJ PDF Cetak E-mail
Rabu, 10 Maret 2010 17:24
Jakarta (MCH). Ikatan Persaudaraan Ibadah Haji (IPHI) Kabupaten Pekalongan mempertanyakan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pembiayaan pemberangkatan dan pemulangan ibadah haji 2009. Sekretaris IPHI H Subarno menjadi juru bicara dan menyampaikan evaluasi tertulis Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) 2009. Kepada Suara Merdeka Subarno menandaskan, banyak laporan keuangan penggunaan dana yang dinilai janggal  karena tidak dilengkapi kuitansi atau tanda terima.

Di antaranya terkait biaya pembukaan dan penutupan manasiik haji, sewa truk, kesekretariatan dan survei pemasangan katering atau transit. "Pada pembukaan dan penutupan manasik senilai Rp 27 juta hanya dilampiri rincian pengeluaran tanpa selembar kuitansipun," ujarnya, seperti dikutip Harian Suara Merdeka edisi Rabu, 10 Maret hari ini.

Kepala Kantor Depag HA Umar saat dikonfirmasi mengatakan, secara normatif penggunaan dana untuk biaya haji sudah diatur dan diawasi secara ketat. Untuk penggunaan dana APBN misalnya diawasi oleh pengawas dari pusat begitu juga dari APPBD diawasi oleh inspektorat. (*)

 
Malaysia Minta Tambahan Kuota Haji PDF Cetak E-mail
Minggu, 07 Maret 2010 08:00

Jakarta (MCH). Pemerinta Malaysia sedang berunding dengan pihak berkuasa Arab Saudi untuk memohon kouta tambahan khas bagi jemaah haji Malaysia, terutama jemaah usia tua untuk bisa menunaikan haji.

Hal ini dikemukakan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Seri Jamil Khir Baharom. Kuota haj Malaysia selama ini adalah  26.000 jemaah yang sekarang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan dan jumlah jemaah haji Malaysia yang meningkat setiap tahun.
Menurut Baharom, jika batasan kuota ini tetap dan tak ada penambahan, maka akan dikhawatirkan jemaah usia lanjut  ada yang tidak sempat menunaikan fardu haji.

"Ini karena jemaah usia lanjut terutama mereka yang berumur 75 tahun ke atas lebih terdedah dengan pelbagai risiko penyakit.  Oleh itu, kita sedang berunding dengan pihak berkuasa Arab Saudi supaya memberi kouta tambahan khas untuk tempo dua atau tiga tahun kepada Malaysia, bagi mengurangkan jumlah bakal haji yang menunggu giliran begitu lama kerana melebihi kouta," katanya, seperti dikutip Kantor Berita Malaysia Bernama edisi Ahad, 7 Maret hari ini.
Baharom bersama Perdana Menteri Malaysia  Datuk Seri Najib Razak ketika mengerjakan umrah baru-baru ini telah menyuarakan pandangan itu kepada pihak berkenaan dan kini ia dalam peringkat kajian pihak terlibat.

Mengenai sambutan negara luar terhadap pengendalian jemaah haji oleh Lembaga Tabung Haji Malaysia (Tabung Haji), Jamil Khir berkata kerajaan sedia memberi khidmat bimbingan kepada negara luar, terutama dari Afrika  "Kita diberi kepercayaan dan penghormatan yang begitu tinggi oleh negara luar dalam mengendalikan sistem perkhidmatan jemaah haji melalui Tabung Haji karena ternyata ia berkesan," katanya.
Ditanya mengenai memorandum yang diserahkan oleh pihak agensi pelancongan supaya kerajaan menghapuskan subsidi kepada jemaah haji dalam mengerjakan ibadah haji, Baharom menjawab, apa yang dilaksanakan pemerintah adalah sebagai suatu pertimbangan untuk meringankan beban mereka yang kurang mampu. Pemerintah, katanya, terpaksa menampung kos subsidi RM2.620 bagi setiap jemaah haji atau mencecah RM57 juta setahun. (MH)

 
Hina Sahabat Nabi Keluar dari Islam PDF Cetak E-mail
Sabtu, 06 Maret 2010 12:32
Jakarta (MCH). Seluruh ulama yang hadir dalam kajian islam ke 14 di Al-Azhar, Kairo, menyepakati pernyataan Syaikhul Azhar Sayyid Muhammad Thanthawi bahwa siapa saja yang menghina dan menjelekkan sahabat Rasulullah berarti keluar dari Islam. Hal ini dikemukakan Thanthawi pada saat kajian yang mengambil topik ‘Para Sahabat Rasulullah.”
“Barangsiapa dengan sengaja menghina dan menjelekkan sahabat Rasulullah maka dia telah dianggap keluar dari islam. Islam melarang penghinaan semacam itu,” katanya seperti dikutip harian Asyarqul Awsath (Arab Saudi) edisi Selasa, 2 Maret kemarin lalu. “Para sahabat rasulullah itu adalah tokoh yang dipuji oleh Allah dan Rasulullah yang tak layak dicaci dan dihina siapa pun,” lanjutnya.
Dalam makalahnya, Dr. Abdus salam Al-Ibadi, Menteri Wakaf Yordania sangat pihatin dengan ketegangan yang terjadi antara Syiah dan Suni, khususnya di wilayah negara-negara teluk. Ia menginginkan adanya pendekatan baru terhadap dua kelompok ini untuk menciptakan perdamaian Islam yang hakiki.
Hal senada dikemukakan Sayid Ali Al-Hasyimi, Ketua Mahkamah Agung Uni Emirat Arab.
Menurutnya, dua kelompok Syiah dan Sunni ini sudah lama hidup berdampingan di Emirat. Menurut Al-Hasyimi, selama ini antara Sunnah dan Syiah terjadi perbedaan dalam soal siapa yang lebih utama (mufadhalah) dalam sahabat. “Masalah ini adalah masalah dzanniyah bukan qath’i menurut faham ahlussunnah wal jemaah,” katanya seraya menyitir pendapat yang mengukuhkan pendapat itu, antara lain Imam Baqillani, Imam Haramain, Al-Ghazali, Al-Mawardi, Al-Maziri, Syarif Al-Jurjani, Al-Qurthubi, At-Taftazani, Syahrawardi, Ibnu Hajar Al-Haytsami dan lain sebagainya.
Syaikh Yahya Ar-Rafi’i, Qadli Besar Libanon yang mewakili Mufti Libanon Syaikh Muhammad Rasyid Al-Qabbani, menyatakan bahwa dialog antara Sunnah dan Syiah hanya mercu suar saja yang tak memiliki dampak apa pun. (MH)
 
Expo Kebudayaan Islam China di Indonesia PDF Cetak E-mail
Sabtu, 06 Maret 2010 12:29

Jakarta (MCH). Hubungan diplomatik Indonesia – China sudah berlangsung 60 tahun. Memperingati hubungan kedua negara itu akan diselenggarakan expo kebudayaan dan kesenian Islam China pada bulan Oktober 2010 mendatang di Indonesia . Acara ini direncanakan diisi dengan berbagai kegiatan seperti pameran kaligrafi, lukisan, pameran foto serta ceramah ilmiah.

Dalam rangka itu Kementerian Agama RI menjalin kerjasama dengan Departemen Administrasi Keagamaan China dengan menandatangani naskah kerjasama oleh Sekjen Kementerian Agama RI, Bahrul Hayat PhD dan Direktur Hubungan Luar Negeri Departemen Administrasi Keagamaan China Ms. Guo Wei pada kunjungan delegasi China di kantor Kementerian Agama Jl. Lapangan Banteng 3-4 Jakarta Pusat, Kamis (4/3).

Selain Ms Guo Wei, rombongan delegasi China antara lain Mr. Yang Zhibo,  Wakil Presiden Asosiasi Islam China, , Mr Zhang Lin, Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Buddha China, Mr. Min Chang Kepala Departemen Studi Islam Asosiasi Islam China serta Mr. Xiao Dexiong, dari Departemen Administrasi Agama China.
Delegasi disambut Sekjen Kemenag didampingi Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Mubarok, Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam Machasin, Direktur Urusan Aagama Islam dan Pembinaan Syariah Rohadi Abdul Fatah, Kepala Pusat Informasi Keagamaan dan Kehumasan Masyhuri AM.
Ms Guo Wei mengatakan, Departemen Administrasi Keagaman China berdiri tahun kedua setelah RRC berdiri, setingkat kementerian. Di China terdapat lima   agama resmi; Tao, Islam, Buddha, Khatolik dan Kristen hidup secara harmonis. “Berdasarkan konstitusi dan Undang-Undang untuk mendorong keberadaan ajaran agama tersebut,” imbuhnya.
Ia juga mengatakan, dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China pihaknya pada tahun ini akan menyelenggarakan serangkaian acara antara lain expo kebudayaan dan kesenian Islam China pada Oktober nanti di Jakarta. “Ini satu-satunya acara yang mengenai agama,” jelas pejabat tinggi China ini.
Wakil Ketua Asosiasi Islam China, Mr. Yang Zhibo menambahkan, penyelenggaraan expo kebudayaan dan kesenian Islam China nanti akan menampilkan berbagai acara antara lain pameran foto, kaligrafi, lukisan, Musabaqah Tilawatil Quran, ceramah akademi serta pertunjukan budaya dan kesenian Islam China. “Kami juga mengharapkan bantuan dari Kementerian Agama RI serta ormas-ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah untuk suksesnya kegiatan ini,” kata Yang Zhibo.
Ia juga menjelaskan pada saat ini cukup banyak penduduk China yang menganut agama Islam. Di negeri tirai bambu ini saat ini terdapat lebih kurang 40 ribu masjid dengan sekitar 50 ribu imam. Selain itu juga terdapat 10 perguruan tinggi agama Islam. ”Asosiasi kami juga setiap tahun mengirim jemaah haji ke Mekkah,” ungkap Yang Zhibo.

Dalam kesempatan itu, Sekjen Bahrul Hayat menjelaskan kiprah Kementerian Agama sebagai instansi yang berdiri enam bulan setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Kehadiran kementerian ini agar umat beragama dapat menjalankan ajaran agama sebaik-baiknya. “Para pendiri bangsa meyakini agama harus diberi perhatian oleh pemerintah,” tambahnya.

Sekjen juga  menyambut baik penyelenggaraan expo kebudayaan dan kesenian Islam China di Indonesia. “Kami juga berharap dapat memperluas kerjasama seperti beasiswa bagi  yang ingin belajar studi Islam di Indonesia,” kata Bahrul. (Kadar Santoso)